Sebanyak 217 item atau buku ditemukan

Biodiesel dari Asam Lemak Bercabang

karakteristik, bahan baku & Teknologi Proses

PENGANTAR Biodiesel adalah bahan bakar alternatif yang diproduksi dari minyak nabati atau lemak hewani. Biodiesel dihasilkan dari proses transesterifikasi trigliserida dengan pereaksi alkohol dan katalisator asam, basa atuapun enzim. Biodiesel pada umumnya mempunyai karakteristik yang mendekati bahan bakar yang berasal dari minyak bumi. Selain itu, biodiesel bersifat dapat diperbaharui sehingga ketersediaannya lebih terjamin dan produksinya dapat terus ditingkatkan. Sampai saat ini bahan baku biodiesel umumnya berasal dari minyak nabati yang komposisi trigliseridanya merupakan asam lemak yang berantai lurus panjang. Hal ini berpengaruh pada sifat-sifat fisik dan kimia biodiesel. Beberapa properties biodiesel yang dipengaruhi langsung oleh keadaan rantai karbon lurus yang panjang yaitu titik tuang, dan titik nyala yang dapat memicu emisi NOx pada gas sisa hasil pembakaran. Tingginya titik tuang dan adanya peningkatan emisi NOx tersebut menjadi salah satu penyebab pemakaian biodiesel untuk mesin diesel masih harus dicampur dengan solar. Buku ini berisi informasi senyawa asam lemak bercabang dari minyak nabati yang dapat diolah melalui proses transesterifikasi untuk menghasilkan biodiesel yang akan mengatasi permasalahan titik tuang, titik nyala dan emisi pada gas hasil pembakaran biodiesel. Buku ini sangat cocok digunakan sebagai bahan referensi dari mata kuliah tertentu seperti Teknologi Biodiesel. Teknologi Oleokimia, Pengolahan Bahan Alam, dan juga sebagai referensi bagi mahasiswa yang merencanakan penelitian tugas akhir. Penulis menyadari bahwa buku ini masih perlu disempurnakan, sehingga saran penyempurnaan dari para pembaca sangat dinantikan. Penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses penyiapan hingga penerbitan buku ini. Makassar, Mei 2020 Dr. Yoel Pasae, S.T., M.T

karakteristik, bahan baku & Teknologi Proses Yoel Pasae. Pasae, Y. (2014).
Proses Pembuatan Ester Asam Lemak Rantai Bercabang Dari Minyak Kepoh
Serta Penggunaannya Untuk Aditif Biodiesel. Paten Terdaftar pada Direktorat
Jenderal ...

Perbandingan Efektivitas Daya Adsorpsi Sekam Padi Dan Cangkang Kemiri Terhadap Logam Besi (Fe) Pada air Sumur Gali

Menurut Beenakumari K. S. (2009) dalam Balaji R., dkk., (2014), besi termasuk kategori logam berat dan merupakan bahan pencemar dalam air yang melimpah di bumi sekitar 5% dari kerak bumi. Namun besi (Fe) termasuk kelompok logam berat yang kurang beracun. Artinya bahwa besi dapat menimbulkan gangguan bagi kesehatan yang serius terhadap manusia bila terakumulasi secara berlebihan dalam tubuh, atau melebihi ambang batas (Veli Sevil, dkk., 2007) yang telah ditetapkan dalam Anonim (2010) yaitu 0,3 mg/l (atau sama dengan 0,3 ppm). Berdasarkan hasil penelitian Fahrul (2015), kelima sumur gali di Tombang Kelurahan Kalabahi Tengah Kecamatan Teluk Mutiara Kabupaten Alor-NTT telah tercemar oleh logam besi (Fe) masing-masing dengan konsentrasi sebesar 2,306 ppm; 0,540 ppm; 0,698 ppm; 0,730 ppm; dan 0,476 ppm.

Buku Perbandingan Efektivitas Daya Adsorpsi Sekam Padi Dan Cangkang Kemiri Terhadap Logam Besi (Fe) Pada air Sumur Gali ini diterbitkan oleh penerbit deepublish dan tersedia juga versi cetaknya.

KIMIA SEMEN : Suatu Kajian Literatur Ilmiah

Semen, Semen Portland, Semen Portland Komposit

Buku ini telah dijual di toko online

Perbandingan Efektivitas Daya Adsorpsi Sekam Padi dan Cangkang Kemiri terhadap Logam Besi (Fe) pada Air Sumur Gali

  • Pengarang :
  • Tahun : 2018
  • Halaman : 0
  • Ketersediaan :

  • Pengarang :
  • Tahun : 2018
  • Halaman : 0
  • Ketersediaan :