Sebanyak 2 item atau buku ditemukan

Kimia Fisik Pangan

Kimia fisik pangan merupakan salah satu bagian dari ilmu pangan yang mempelajari tentang interaksi sifat fisik dan kimia pada suatu bahan pangan. Kimia fisik pangan menjadi dasar dalam pembentukan dan pengembangan kualitas produk serta prediksi kestabilannya selama penyimpanan. Pengolahan pangan adalah proses yang kompleks karena melibatkan banyak elemen yang berbeda jenis, ukuran, bentuk, serta sifat kimia fisik lainnya. Buku Kimia Fisik Pangan ini membahas berbagai teori-teori yang terkait dengan wujud zat, sistem dispersi, sifat koligatif larutan, proses adsorpsi dan absorpsi, nukleasi, kristalisasi, perubahan fase zat, termodinamika dan kinetika reaksi. Masing-masing topik diuraikan definisi dan contoh-contoh aplikasinya pada pangan.

Kimia fisik pangan merupakan salah satu bagian dari ilmu pangan yang mempelajari tentang interaksi sifat fisik dan kimia pada suatu bahan pangan.

Community Empowerment

Teori dan Praktik Pemberdayaan Komunitas

Pemberdayaan merupakan entry point bagi munculnya kemandirian suatu komunitas. Sementara salah satu paradigma pembangunan bertautan dengan orientasi menuju pemberdayaan komunitas. Jadi, sudah menjadi suatu keniscayaan jika pembangunan hendaknya mampu mewujudkan masyarakat yang sejahtera berkeadilan sekaligus berdaya. Untuk itu, seringkali dibutuhkan peran fasilitator dan/atau pendamping, baik dari kalangan akademisi, pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), maupun dari lembaga-organisasi lokal yang ada, dalam berbagai program pemberdayaan. Studi kasus yang ditinjau dalam buku ini adalah pemberdayaan komunitas pesisir. Dengan keunikan kawasan pesisir dan struktur sosiokultur masyarakatnya, maka keberhasilan pemberdayaan ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu kepemimpinan, sinkronisasi kebijakan antarsektor dan wilayah, ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas, eksistensi institusi lokal dan kader-kader pemberdayaan untuk kontinuitas program, serta koordinasi dan komitmen dari stakeholders yang terlibat, termasuk partisipasi dari masyarakat sebagai penerima manfaat. Selain itu, pendekatan nilai-nilai kearifan lokal dalam suatu komunitas akan mempermudah perubahan mindset dan pola perilaku yang diharapkan dalam suatu (program) pemberdayaan. Memang, terkesan klise jika melihat sekilas tentang diskursus pemberdayaan. Apalagi pemberdayaan pada komunitas pesisir salah satunya, karena cukup banyak buku yang membahas dan menyoalnya. Tapi, klise tidaknya sebuah penilaian atau persepsi sangat tergantung dari bagaimana sebuah diskursus dikupas, dianalisis, dan diolah dari fakta-fakta terbaru di lapangan. Adanya fakta-fakta baru di lapangan inilah saya kira yang menjadi salah satu kekuatan dari buku ini.

Pemberdayaan merupakan entry point bagi munculnya kemandirian suatu komunitas.